Minggu, 28 Oktober 2012

psikologi dan teknologi internet


Intrapersonal

 

facebook sebagai tempat pelampiasan emosi?






Sosial networking ini sudah menjadi trend di semua kalangan masyarakat Indonesia. Tapi kali ini hanya akan difokuskan terhadap Facebook dalam Kehidupan Remaja.

Menurut saya di dalam kalangan remaja sosial networking bukanlah menjadi sesuatu yg asing untuk para remaja , terutama dengan facebook. Facebook adalah suatu situs sosial yg berguna untuk mempermudahkan pengunanya untuk menjalin silahturahmi dengan teman –teman lama yg sulit dijumpai, memperbanyak teman , tetapi penyalah gunaan sosial networking ini sudah disalah gunakan khususnya pada kalangan remaja, bukan hanya untuk menjalin sirahturahmi tetapi juga digunakan untuk pelampiasan emosi yg sering di lakukan khusunya remaja.


Pernahkah  melihat komentar seperti ini di beranda?

”aduh, capek banget nih…”
“dia punya yang baru lagi,,,sebel deh..”
”alone home”

Itu hanya sebagian contoh dari status para remaja di Facebook. Fktanya, mayoritas pengguna Facebook adalah kalangan remaja. Dan Indonesia termasuk negara yang memiliki akun facebook terbanyak. Jika melihat ini, bisa dipastikan hampir semua remaja di Indonesia mempunyai akun facebook.









Pernah aku bertanya kepada seorang kawan, “kenapa sih kamu bikin fb?”, lalu dia jawab,, 
“ya, kamu ini gimana sih. Kalau gk pnya fb tu kampungan, gk gaul. Semua temenku aja punya.”

Mendengar itu aku jadi berpikir bahwa ternyata banyak remaja kita yang bergabung di facebook hanya karena sedang trend dan diminati banyak orang. Padahal sebenarnya dunia sosial network sudah ada sejak lama. Contohnya seperti friendster dan twitter. Tapi, apa yang membuat facebook yang lahir baru-baru ini populer? Sebenarnya menurutku karena mereka tidak mengenal yang namanya friendster. Mereka hanya tau tentang dunia maya sesudah facebook masuk ke indonesia. Akibatnya, para remaja kita jadi cenderung menjadikan facebook sebagai ajang pamer. Ini lho, aku temannya bnyak, ini lho banyak yg ngelike statusku, ini lho banyak yg komen. Terjadilah Fenomena Facebook seperti sekarang ini.

Bahkan tidak jarang yang menjadikan facebook sebagai tempat pelampiasan emosi yang tidak bisa dikeluarkan di dunia nyata. Ini semakin memperparah keadaan. Tahukah anda, bahwa di jejaring sosial seperti friendster, indonesia terkenal dengan pengguna frienster yang ceplas-ceplos. Dalam artian terlalu obsesi dengan friendster dan asal menuliskan status. Tapi yang lebih parah adalah fenomena facebook. Ternyata, hal yang terjadi pada friendster, terjadi pula di facebook, bahkan intensitasnya 2 kali lipat.




Sosial Network bukanlah ajang curhat, bukanlah diary tempat kita meluapkan semua uneg2. kenapa begitu? Ingat, apa yang anda tulis akan dibaca dan dilihat oleh semua orang. Jadi sepantasnya berhati-hati dalam menuliskan sesuatu di dunia maya, karena 1 detik setelah anda menulis, orang lain di negara yang berbeda dapat langsung membacanya. Jika memang mau menuliskan uneg-uneg, buatlah Blog Pribadi yang di dalamnya dapat kita isi dengan apapun yang ada dalam pikiran kita. Misalnya seperti Blog ini, Dunia Ilmu. Selain memberi kepuasan bagi diri sendiri, blog juga dapat bermanfaat bagi orang lain yang membacanya. 




Lihatlah pada kenyataan. Banyak kasus-kasus yang terjadi akibat facebook. Ada kasus penculikan, kasus pertikaian karena pencemaran nama baik di Facebook, dan semacamnya. Itu semua terjadi karena ketidakmampuan dalam menjadikan Facebook sebagai sosial network yang sesungguhnya, yaitu menghubungkan kenalan,mencari orang-orang (kenalan) yang jauh, mencari teman, dll

Mungkin menurut remaja yg menjadikan facebook sebagai pelampiasan emosinya itu dikarenakan dia kurang kasih sayang dan perhatian dr keluarganya sehingga tidak ada tempat untuk melampiaskan dan berbagi perasaannya kepada orang terdekatnya sehingga dia lebih nyaman untuk menuliskan isi hatinya itu menurut saya dan yg saya amati dilingkungan sekitar saya.
Karna dia tidak mendapatkan respon isi hatinya dr orang-orang sekitarnya ketika dia menuliskan uneg –unegnya kepada dunia maya dia lgsg mendapatkan respon bahkan dr orang yg tidak dia kenal sekalipun sehingga dia merasa diperhatikan padahal itu justru membahayakan untuk keselamatannya karna dengan menuliskan isi hatinya pada jejaring sosial akan memberi peluang kepada orang asing untuk memasuki kehidupannya bahkan orang yg mempunyai niat jelek kapada dirinya.

Jadi menurut saya ketika kita merasakan perasaan tidak nyaman atau sedang mendapatkan masalah dan butuh tempat untuk berbagi cerita untuk mengeluarkan uneg-uneg lebih baik itu kita bercerita kepada sahabat dan mendekatkan diri kapada orang tua agar mendapat solusi untuk masalah kita dan tidak membahayakan kita .









Tidak ada komentar:

Posting Komentar